
Artikel ini (dengan banyak perubahan, tapi isinya sama) aku dapet dari salah satu milis penggemar badminton. di milis itu dibahas bahwa pendidikan, IQ (termasuk EQ, SQ, dkk) bener-bener penting banget. Semua itu bisa diasah melalui pendidikan formal. Ada cerita tentang pebadminton kita, Tan Joe Hok. Di waktu masa kejayaannya beliau bertemu dengan atlet Malaysia yang hidupnya melarat. Atlet tersebut bilang ke Tan Joe Hok, kira2 gini, "kau boleh berjaya di masa muda. tapi jangan sampai masa tua kamu melarat seperti saya." Atas dasar itu disebutkan bahwa Tan Joe Hok kemudian mengambil beasiswa untuk sekolah di salah satu universitas di Amerika. makanya Tan Je Hok bisa dibilang hidup berkecukupan dan punya usaha di bidang kimia. :D
Trus, laen cerita nih. katanya rata-rata atlet eropa berpendidikan sarjana. di denmark ada 2 atlet bulutangkis yang berprofsi sebagai dokter. namanya Peter Gade dan Peter Rasmussen. Peter rasmussen adalah juara dunia tahun 1997 dan tim thomas tahun 1996 dari denmark. waktu rasmussen jadi atlet, katanya beliau masih aktif sebagai mahasiswa kedokteran. hebat banget kan.. jadi juara dunia, pinter, jadi dokter. :D .
Yang lain ada Peter Gade yang jadi dokter gigi. Wuiiihh. Keren.. konsen cuma di atlet aja masih berat banget alias ngos-ngosan, apalagi ditambah menjalani pendidikan. Ini bisa dijadikan sebagai bukti bahwa kalau memang dikelola dengan benar antara pendidikan dan karir menjadi atlet bisa berjalan beriringan.
Di milis itu juga dibahas juga tentang opini pelatih bahwa sekolah itu nomer dua. Apa mereka ga mikir kalau ninggalin sekolah, bekal l atlet apabila mereka sudah ga jadi atlet lagi alias pensiun apa. banyak pebulutangkis yang mengeluh tentang masa depan mereka. mereka bingung nanti kalau mereka gantung raket mau ngapain. mereka ga punya keahlian apa2 selain bulutangkis yang dikarenaan nereka meninggalkan pendidikan untuk menjalani karir. *mungkin bisa dibilang ini pengorbanan.

Banyak lho kalangan atlet dunia yang tetap berprestasi tanpa meningalkan sekolah. contohnya aja atlet muda Saina Nehwal dari India. * pelatihnya dari indonesia lhoo.. dia bisa jadi juara iNdonesia open, kabarnya dia ga ninggalin sekolah.
Bagaimana dengan nasib atlet indonesia?? susi susanti yang pernah menjuarai olimpiade barcelona bersama suaminya, Alan budi kusumah sekarng sukses dengan usaha bisnis raketnya dan berbagai macam usaha lainnya. Ivana Lie jadi pelatih di klub djarum dan menjadi komentator di acara kompetisi badminton. tapi itu atlet jaman dulu. Atlet sekarang?? Lilyana Natsir yang di milis tersebut disebutkan bahwa dia cuma luluan SD. gimana ya nasib dia nanti. semoga dia bisa belajar dari pengalaman orang lain untuk bisnis dan didukung lingkungan yang baik.
Mungkin itu hanya sekedar opini yang aku ambil dari milis, semoga bisa diambil hikmahnya. terutama soal pendidikan yang memang sangat pentin untuk bekal di masa depan.
Ada yang mau jadi atlet? :D

"Jangan prnah berpiir tentang HASIL yang akan dicapai, tapi berpikerlah tentang PROSES yang akan dicapai. PB PBSI"
Trus, laen cerita nih. katanya rata-rata atlet eropa berpendidikan sarjana. di denmark ada 2 atlet bulutangkis yang berprofsi sebagai dokter. namanya Peter Gade dan Peter Rasmussen. Peter rasmussen adalah juara dunia tahun 1997 dan tim thomas tahun 1996 dari denmark. waktu rasmussen jadi atlet, katanya beliau masih aktif sebagai mahasiswa kedokteran. hebat banget kan.. jadi juara dunia, pinter, jadi dokter. :D .
Yang lain ada Peter Gade yang jadi dokter gigi. Wuiiihh. Keren.. konsen cuma di atlet aja masih berat banget alias ngos-ngosan, apalagi ditambah menjalani pendidikan. Ini bisa dijadikan sebagai bukti bahwa kalau memang dikelola dengan benar antara pendidikan dan karir menjadi atlet bisa berjalan beriringan.
Di milis itu juga dibahas juga tentang opini pelatih bahwa sekolah itu nomer dua. Apa mereka ga mikir kalau ninggalin sekolah, bekal l atlet apabila mereka sudah ga jadi atlet lagi alias pensiun apa. banyak pebulutangkis yang mengeluh tentang masa depan mereka. mereka bingung nanti kalau mereka gantung raket mau ngapain. mereka ga punya keahlian apa2 selain bulutangkis yang dikarenaan nereka meninggalkan pendidikan untuk menjalani karir. *mungkin bisa dibilang ini pengorbanan.

Banyak lho kalangan atlet dunia yang tetap berprestasi tanpa meningalkan sekolah. contohnya aja atlet muda Saina Nehwal dari India. * pelatihnya dari indonesia lhoo.. dia bisa jadi juara iNdonesia open, kabarnya dia ga ninggalin sekolah.
Bagaimana dengan nasib atlet indonesia?? susi susanti yang pernah menjuarai olimpiade barcelona bersama suaminya, Alan budi kusumah sekarng sukses dengan usaha bisnis raketnya dan berbagai macam usaha lainnya. Ivana Lie jadi pelatih di klub djarum dan menjadi komentator di acara kompetisi badminton. tapi itu atlet jaman dulu. Atlet sekarang?? Lilyana Natsir yang di milis tersebut disebutkan bahwa dia cuma luluan SD. gimana ya nasib dia nanti. semoga dia bisa belajar dari pengalaman orang lain untuk bisnis dan didukung lingkungan yang baik.
Mungkin itu hanya sekedar opini yang aku ambil dari milis, semoga bisa diambil hikmahnya. terutama soal pendidikan yang memang sangat pentin untuk bekal di masa depan.
Ada yang mau jadi atlet? :D

"Jangan prnah berpiir tentang HASIL yang akan dicapai, tapi berpikerlah tentang PROSES yang akan dicapai. PB PBSI"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar